Disentri - jenis, penyebab, gejala, mencegah serta mengobati

Disentri - jenis, penyebab, gejala, mencegah serta mengobati
Disentri - Jenis, Penyebab, Gejala, Mencegah Serta Mengobati
Disentri adalah diare yang disertai darah atau lendir yang disebabkan oleh infeksi pada usus. Disentri sering kali di samakan dengan diare, padahal kedua penyakit ini merupakan dua penyakit yang berbeda meskipun gejala yang dialami hampir sama. Hal inilah yang membuat penyakit disentri sering terlambat ditangani, sehingga dapat berakibat fatal. Oleh sebab ini maka penting bagi Anda untuk mengerti perbedaan antara diare dan disentri.

Menurut data WHO, Penyakit disentri basiler atau disentri yang disebabkan oleh bakteri shigella merupakan jenis disentri yang paling banyak diderita. Setiap tahunnya hampir 1,1 juta kematian orang di dunia disebabkan oleh penyakit disentri, 60% dari jumlah tersebut adalah balita dan anak-anak. Di Indonesia sendiri penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun.

Penyebab dan jenis disentri
Disentri dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan penyebabnya yaitu:

  • Penyakit disentri basiler atau sigelosis yang disebabkan oleh bakteri Shigella.
  • Penyakit disentri amoeba atau amoebiasis yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) yang bernama Entamoeba histolytica. Biasanya jenis disentri ini ditemukan di daerah tropis.


Gejala disentri

Gejala Disentri Yang Disebabkan Oleh Bakteri
Penyakit disentri yang disebakan oleh bakteri ini paling sering disebabkan oleh bakteri shigella. Gejala yang dirasakan biasanya berlangsung selama 5-7 hari dan pada umumnya gejala yang dirasakan berupa:
  • Diare disertai darah.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kram perut.

Gejala Disentri Yang Disebabkan Oleh Amoeba
Disentri jenis ini paling sering terjadi pada daerah tropis, seperti Indonesia. Umumnya disentri amoeba memiliki masa inkubasi hingga 10 hari setelah paparan dan infeksi terjadi. Gejala yang dirasakan biasanya meliputi:
  • Diare yang disertai darah atau nanah.
  • sakit perut.
  • Demam serta menggigil.
  • Mual atau muntah.
  • Sakit saat buang air besar.
  • Mengalami pendarahan pada rektum.
  • Hilang nafsu makan.
  • Berat badan mengalami penurunan.


Penyebab Disentri
Bakteri shigella dapat ditemukan pada tinja pengidap disentri. Ada beberapa faktor penyebab terjangkitnya penyakit disentri yaitu:
  • Kebersihan makanan dan minuman yang tidak terjaga.
  • Kurangnya perhatian akan kebersihan tangan.
  • Kurang memadainya persediaan air bersih dan saluran pembuangan.

Umumnya disentri setelah beberapa hari akan sembuh tanpa memerlukan perawatan medis, terutama disentri akibat bakteri. Untuk menggantikan cairan yang terbuang selama mengalami diare penting untuk memperbanyak minum air putih untuk menggantikan yang banyak terbuang agar terhindar dari dehidrasi.

Perbanyak minum cairan
Penting bagi Anda memberikan minum air putih pada penderita disentri meskipun mereka muntah untuk mengganti cairan dalam tubuh yang banyak hilang akibat diare agar tidak terjadi dehidrasi.

Berikan cairan oralit
Dianjurkan memberikan oralit jika:
  • Penderita rentan terhadap dehidrasi, misalnya karena berusia 60 tahun keatas.
  • Penderita anak-anak yang sudah atau berisiko mengalami dehidrasi.
Perlu Anda tahu bahwa oralit bukan untuk mengobati diare tetapi fungsi oralit hanya mencegah diare.

Konsumsi makanan padat
Konsumsi makanan ringan dengan porsi kecil dan hindari makanan berlemak, pedas, dan berat. Hindari pemberian makanan berat pada anak yang mengalami dehidrasi sampai mereka sudah cukup minum. Anak Anda boleh mengkonsumsi makanan seperti biasa setelah gejala dehidrasi sudah berkurang.

Berikan antibiotik
Biasanya penderita diare tingkat menengah sampai tingkat parah yang disebabkan bakteri shigella dianjurkan untuk meminum antibiotik guna mempercepat kesembuhan. Jenis antibiotik yang diberikan akan ditentukan oleh dokter setelah hasil pemeriksaan laboratorium.

Mencegah disentri
Faktor utama dalam mencegah penyakit disentri adalah menjaga kebersihan. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah diare maupun disentri:
  • Selalu mencuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun setelah menggunakan toilet, sebelum makan, memasak, menyiapkan makanan, dan setelah bermain dengan hewan peliharaan.
  • Memisahkan pakaian pengidap disentri saat di cuci.
  • Bersihkan toilet setelah buang air besar menggunakan disinfektan.
  • Cuci pakaian pengidap menggunakan air panas.
  • Hindari mengunakan peralatan makan dan handuk yang sama dengan pengidap.
  • Setelah periode disentri berakhir sebaiknya penderita jangan keluar rumah minimal selama 48 jam.
  • Hindari mengkonsumsi makanan mentah seperti karedok. Pilihlah buah-buahan dengan kulit yang bisa di kupas bila Anda ingin memakan buag-buahan.
  • Jauhi makanan yang kebersihannya tidak terjamin seperti makanan yang di jual oleh pedagang kaki lima.
  • Konsumsi makanan yang di masak sampai benar-benar matang.
  • Jangan mengkonsumsi es batu yang terbuat dari air yang tidak bersih.
  • Jagalah kebersihan dapur dan kamar mandi.
  • Jangan mengkonsumsi minuman botol dengan segel yang telah rusak.
  • Jagalah kebersihan kuku, terutama bagi yang memiliki kuku panjang.

Sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter jika Anda atau keluarga Anda mengalami diare berdarah atau berlendir yang berlangsung lebih dari beberapa hari guna memastikan apakah Anda mengidap disentri ataupun penyakit lain, sehingga Anda mendapatkan penanganan yang tepat. Demikian artikel ini semoga dapat membantu Anda dalam mengatasi penyakit disentri yang Anda atau keluarga Anda derita.
Disentri - jenis, penyebab, gejala, mencegah serta mengobati Rating: 4.5 Diposkan Oleh: anggara