Cara Tepat Mengatasi Anak Susah Makan

Cara Tepat Mengatasi Anak Susah Makan
Cara Tepat Mengatasi Anak Susah Makan
Memiliki anak yang sehat dengan asupan gizi yang cukup adalah kebanggan bagi setiap orang tua. Namun terkadang anak menjadi tidak mau makan atau hanya mau makan satu jenis makanan berhari-hari. Sebagai orang tua kita tidak boleh pusing dan kalah cerdik dengan anak. Tentunya merepotkan bukan bagi pasangan yang baru memiliki buah hati mensiasatinya, untuk itu kali ini kita akan membahas tentang Cara Tepat Mengatasi Susah Makan Pada Anak.

Pada umumnya kesulitan makan dialami oleh anak-anak yang telah menginjak usia satu tahun. Dibandingkan masa sebelumnya, pertumbuhan anak akan melambat di usia ini. Selera makan juga ikut menurun akibat hal ini. Sehingga yang tampak kerapkali anak makan lebih sedikit.

Saran Menurut Permasalahan Kesulitan Makan
Banyak orang tua menyikapi dengan keliru saat anak menolak untuk makan. Hal ini tentunya dapat memicu suasanan yang tidak menyenangkan dan penuh dengan tekanan bagi kedua belah pihak. Oleh sebab itu, orang tua harus teliti melihat kondisi anak dalam memberikan nutrisi terbaik.

Berikut ini saran mengatasi susah makan pada anak menurut permasalahannya.

  • Anak menolak makan

Makan merupakan keterampilan yang baru dikuasai bagi anak. Sangat penting bagi Anda sebagai orang tua untuk mengendalikan makanan yang ingin dia masukkan kedalam mulut. Tak heran bila sebagian anak dapat menghabiskan makanan yang telah disediakan orang tua pada hari pertama, namun pada keesokan harinya menolak. Selera makannya berubah seiring dengan perubahan pola pikirnya. 
Saran: Biasanya Anak memakan apa yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Jangan hilang kesabaran ketika selama satu hari anak Anda benar-benar menolak untuk makan. Daripada Anda memusingkan diri dengan asupan kalori yang kurang selama hari tersebut, lebih baik Anda menghitung asupannya selama satu minggu sebelumnya. Seringkali orang tua terkejut bahwa ternyata asupan makanan anaknya sebenarnya telah terpenuhi dalam satu minggu.


  • Hanya memilih makanan tertentu

Bagi Anak yang berusia tiga tahun kebawah, baik usia 1 tahun, 16 bulan maupun 2 tahun. Mengonsumsi makanan padat adalah hal yang baru. Agar mereka terbiasa dengan ragam warna, rasa dan tekstur memerlukan waktu untuk mengenalinya. Pada saat ini anak juga belajar untuk mandiri dan memutuskan pilihan sendiri, termasuk macam makanan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya. 
Saran: Lakukan perkenalan makanan secara perlahan pada anak. Setelah menyajikan beberapa kali, anak biasanya tertarik untuk mengkonsumsinya. Makanan yang kerap kali ditolak oleh anak adalah sayuran. Agar anak tidak kebingungan, sajikan satu jenis sayuran saja. Upayakan pemberian makan tidak berdekatan dengan waktu tidur, karena rasa lelah juga dapat mempengaruhi keengganan anak untuk mencoba makanan baru.


  • Anak lebih memilih makanan cepat saji

Biasanya makanan cepat saji yang disukai oleh anak adalah yang mengandung gula atau lemak tinggi, dengan kandungan gizi yang rendah. Misalnya, permen, kentang goreng, atau minuman bersoda. 
Saran: Jangan menyediakan atau menyimpan makanan cepat saji dirumah Anda. Sediakanlan makanan sehat dan letakkanlah di tempat yang lebih mudah diraihnya. Anda dapat menyajikan buah melon dengan campuran yoghurt, atau jus buah yang dihiasi stroberi atau irisan pisang diatasnya. Pengganti kentang goreng bisa Anda terapkan seperti pisang atau ubi yang di kukus sebagai alternatif.


  • Setelah kemarin banyak makan anak Anda menolak makan

Pada anak usia 1 tahun hingga 3 tahun hal ini sangat umum. Menurut ahli nutrisi, orang tua tidak perlu membesar-besarkan hal ini. Anak-anak mampu mengenali rasa lapar, terkadang lebih baik dibandingkan orang dewasa. Ada kalanya anak Anda mengalami selera makan tampak besar, kemudian sebaliknya keesokan hari selera makan anak Anda menurun. Hal ini sangat wajar. 
Saran: Pada saat ini orang tua sebaiknya menghindari menyiksa diri untuk memaksa anak makan. Tentukan batas waktu untuk anak Anda mengonsumsi makanan yang telah disediakan. Minta anak untuk makan tidak melebihi batas waktu yang telah Anda tentukan.


  • Anak memilih makan satu jenis makanan saja

Jika tiba-tiba anak Anda selama beberapa hari atau hitungan minggu, hanya mau makan satu jenis makanan saja, itu bukan sesuatu yang aneh. Salah satu alasannya adalah anak tertarik dengan makanan yang rasanya sudah dia kenali. hanya saja, pola konsumsi seperti itu sering kali membuat orang tua kebingungan. 
Saran: Sebaiknya sebagai orang tua Anda harus tetap sabar, tenang dan tetap menawarkan pilihan makanan lain tanpa memaksa. Untuk anak yang sudah lebih besar, Anda dapat mengajaknya ke supermarket dan memintanya memilih dua jenis buah, dua jenis sayur, atau satu jenis cemilan. Setiba di rumah, ajaklah dia ikut menyiapkan makanan sebelum mengonsumsinya.


  • Menolak makanan atau minuman favorit secara tiba-tiba

Bisa saja suatu makanan menjadi salah satu jenis makanan yang lahap di makan si kecil, misalnya sayur, Namun di suatu hari secara tiba-tiba dia menolak. Atau juga mungkin secara tiba-tiba anak tidak lagi mau minum susu yang biasa di konsumsi setiap hari. 
Saran: Jangan panik, bisa jadi hal itu hanya sementara. Namun bisa menjadi masalah jika orang tua salah menanggapinya. Bukan berarti anak tidak suka selamanya, bila anak menolak hari ini. Tetap tawarkan makanan yang ditolak anak pada hari berikutnya. Jika anak menolak susu, sebaiknya orang tua memberikan asupan gizi yang mengandung susu, seperti yoghurt atau keju. Atau bila anak menolak sayur, Anda dapat memberikan buah-buahan sebagai penyeimbang asupan nutrisi untuk sementara.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Ketika Mudik

Membuat Suasana Makan yang Menyenangkan
Makan termasuk dalam proses pembelajaran dan eksplorasi bagi anak-anak. Demi membantu menimbulkan selera makan anak, Orang tua dapat melakukan kegiatan seperti:

  • Mengadakan acara makan keluarga dengan rutin. Biarkan anak melihat Anda mengonsumsi beragam jenis makanan dan berkomentar positif terhadapnya.
  • Biasakan tetapkan waktu makan yang konsisten, yaitu tiga kali waktu makan utama dan dua kali makan camilan tiap hari. batasi waktu sekitar 30 menit untuk tiap waktu makan.
  • Biarkan anak makan dengan mandiri. Buat makanan praktis yang dapat dipegang dan dimasukkan kedalam mulut anak dengan mudah.
  • Berikan 1-2 jenis makanan saja pada anak saat makan. berikanlah dalam porsi yang kecil.
  • Gunakanlah perlengkapan makan dengan gambar dan warna-warni yang menarik.
  • Undang anak-anak lain yang sebaya dengan anak Anda untuk makan bersama. Anak-anak cenderung makan lebih banyak ketika makan bersama teman sebayanya.
  • Jauhkan televisi, permainan, binatang peliharaan dan hal-hal yang mempengaruhi perhatiannya saat makan.
  • Libatkan anak-anak saat memproses makanan yang dihidangkan. mulai dari membeli, membersihkan hingga memasak dan menyajikan untuk mendorongnya lebih berselera.


Untuk memastikan kecukupan gizi pada anak, orang tua dapat membuat catatan. Tulislah seluruh makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsi anak selama seminggu. Periksalah apakah anak Anda telah menerima asupan dari 4 kelompok gizi utama yaitu karbohidrat, protein, produk susu, buah dan sayuran. Jika anak Anda masih mengonsumsi makanan dari tiap kelompok gizi tersebut, maka Anda tidak perlu khawatir.

Namun bila Anda masih belum yakin terhadap asupan gizi anak atau menyebabkan berat badan anak sulit bertambah, maka disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi langsung kepada ahli gizi atau dokter spesialis anak. Itulah bagaimana cara mengatasi sulit makan pada anak dan semoga bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua, khususnya orang tua yang belum memiliki pengalaman mengurus anak dalam menghadapi pola makan anak. Terimakasih telah mengunjungi www.dewisehat.top, sebuah situs dimana Anda dapat mempelajari tips-tips kesehatan dan kecantikan yang telah di sajikan untuk anda secara gratis. Jangan lupa untuk share artikel-artikel yang telah admin sajikan sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan pada tulisan ini.
Cara Tepat Mengatasi Anak Susah Makan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: anggara